Monday, February 26, 2007

Pemahaman Keliru Mengenai SLB

Apa kali pertama yang terlintas di pikiran kita saat mendengar kata SLB (Sekolah Luar Biasa) ?. Mayoritas orang mungkin akan berpikir tentang sekolah yang berisikan sekumpulan anak-anak idiot. Ya... hal ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi, betapa SLB selalu menjadi bulan-bulanan 'orang normal'.

Walaupun tidak semua orang mengetahui SLB, atau pernah mengunjungi SLB. Sebenarnya SLB di Indonesia terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan disabilities murid-muridnya. SLB Bagian A : khusus untuk penderita cacat mata (tuna netra). SLB Bagian B : khusus untuk penderita cacat telinga (tuna rungu). Sedangkan SLB Bagian C : khusus untuk penderita cacat mental. Nah... hampir semua orang mengidentikkan SLB dengan SLB Bagian C.

Saya pernah mengunjungi SLB Bagian B dan C. SLB-C yang saya kunjungi berlokasi di RSJ. Grogol. Di SLB-C ini saya melihat banyak sekali anak-anak dengan keterbelakangan mental (terlihat dari ekspresi wajah dan tingkah lakunya). Akan tetapi ada juga penghuni SLB-C yang 'berekspresi wajah normal', seperti adik saya. Dia pernah berada di SLB-C selama beberapa bulan dan mendapatkan perlakuan medis. Waktu itu dia berusia sekitar 3-4 tahun. Karena ketidakwajaran yang 'terlihat' padanya, maka dokter menyarankan agar 'berobat' ke bagian psikologi anak / psikiatri di RSJ. Grogol. Atas rujukan dokter tersebut, dia dirasa perlu 'mendekam' di SLB-C Grogol.

Adapun gejala-gejala yang dialaminya antara lain :
- Tidak bisa bicara
- Tidak mendengar kalau dipanggil
- Berperilaku hiper aktif

Setelah dilakukan pengamatan dan hasil medis dari dokter, dia ternyata tuna rungu. Ketidakbisaan berbicara yang dialami saat itu dikarenakan dia tidak bisa mendengar. Akhirnya atas rujukan dokter, dia dipindahkan ke SLB-B Pangudi Luhur Jakarta, khusus untuk Tuna Rungu.

Murid-murid di SLB Pangudi Luhur terlihat normal-normal saja. Bahkan mereka rata-rata memiliki IQ di atas standar. Hanya saja mereka memiliki keterbatasan indera pendengar. Sekira 4 tahun adik saya bersekolah di Pangudi Luhur. Karena kemampuan berbicara yang cukup baik dan sudah dapat berinteraksi dengan orang normal, akhirnya dia pindah ke 'sekolah normal' di SD Tunas Muda, Slipi.

Pada awalnya mungkin 'orang normal' merasa aneh berteman dengan 'orang tuna rungu', dan begitupun sebaliknya. Tapi saya sangat salut dengannya kerena dia sangat PD dan tidak takut dicela. Dalam pergaulannya, adik saya termasuk orang yang bisa berteman, bukan golongan 'daftar tercela untuk jadi teman'.

Setelah lulus SD, adik saya melanjutkan ke SMP dan SMU negeri. Dia juga bukan anak yang kuper. Terbukti dia bisa main komputer, ngerti internet, game hacking, game online. Walaupun interaksi dengan orang lain masih belum bisa 'sewajar' orang normal.

Untungnya ibu saya orang yang sangat telaten, sabar dan penyayang. Setiap hari selalu menjemputnya dari sekolah, membantu belajar bersama, tanpa mengenal lelah. Adik saya saat ini duduk di bangku kuliah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta jurusan Akuntansi. Semua ini karena ibu.

Thursday, February 22, 2007

Mari....

Nice quote for today....
"Tetap bergerak!!! Maka riaknya yang terjadi akan terus berkembang"

Monday, February 19, 2007

Tips Nyari Kost Buat Mahasiswa Baru

Kali ini gue mau kasih tips-tips buat nyari kost-kostan. Moga-moga aja tips ini berguna bagi calon mahasiswa baru :)

Ada beberapa jenis cara ngekost :
  1. Sewa rumah bareng temen
    Pada cara ini, kita joinan ama temen-temen untuk kemudian menyewa sebuah rumah yang disewa per tahun (jarang ada rumah yang disewa per bulan). Umumnya dengan cara sewa rumah bareng temen ini kita merasa nyaman karena sudah akrab / kenal dengan penghuni rumah. Akan tetapi agak sedikit repot karena harus ada jadwal piket bergilir, membayar listrik+air, dll. Belum lagi harus bawa perabotan / furniture sendiri.
  2. Rumah kost-kost an
    Rumah kost-kost an ini ada yang jadi satu dengan rumah pemiliknya maupun terpisah bangunannya. Dan ada kost yang kosong maupun kost yang sudah ada barang-barang / furniture nya. Biasanya kost disewakan per bulan. Kita nggak usah mikirin uang patungan listrik+air, karena pada umumnya dikoordinir oleh pengelola kost.
Tips-tips lainnya :
  1. Usahakan cari tempat kost yang tidak begitu jauh dengan kampus.
  2. Cari tempat kost yang aksesnya mudah (baik dengan kendaraan pribadi / umum / jalan kaki). Perhatikan juga jenis angkutan apa saja yang melewati kost baik siang maupun malam hari.
  3. Kalo bisa sih jangan ngekost di pinggir jalan banget, soalnya pasti bakal bising dengan suara kendaraan, kecual kalo tahan sih gak apa-apa. Dan jangan pula nyari kost yang letaknya jauh dipedalaman. Soalnya bakal repot pas pindahan.
  4. Cari tau keberadaan tempat-tempat penting di sekitar kost, seperti misalnya :
    • Tempat fotokopian
    • Warung / Minimarket / Pasar
    • Wartel
    • Warnet
    • Rental Komputer / Printing
    • Tempat cuci cetak foto
    • Puskesmas / Dokter
    • Terminal / Stasiun
    • Tempat beribadah
  5. Kalo udah dapet kost-kostan yang sekiranya cocok, coba tanyakan ke tetangga-tetangga sebelah gimana riwayat kost tersebut. Jangan-jangan dulu pernah ada anak kost yang mati gantung diri. Kalo iya, berarti kost-an tersebut adalah kost-an angker. Cari kost-an yang lain!.
  6. Tanyakan pula kepada penghuni-penghuni kost yang ada disitu.... udah berapa lama mereka kost disitu?. Kalo misalnya ada yang udah kost sampe 2 tahun atau lebih, tandanya mereka betah dan kost-an tersebut kondisinya baik-baik saja.
  7. Jangan lupa liat dulu anak-anak kost yang ada disitu. Siapa tau aja ada temen kuliah lo atau bahkan musuh bebuyutan lo yang udah tiga tahun nggak ketemu.
  8. Tanyakan sumber air bersihnya, apakah dari sumur ataukah dari PAM? Gimana kondisi air pada musim kemarau? Jangan sampe nggak mandi gara-gara di kost kehabisan air.
  9. Cari tahu keberadaan kamar mandi / WC
  10. Jangan lupa tanyain berapa daya listrik yang ada di kost tersebut. Apakah uang kost sudah termasuk biaya listrik atau belum?. Kalo misalnya uang kostnya udah termasuk dengan uang litrik, adalah halal hukumnya jika kita bawa kulkas 2 pintu dan AC pribadi... hehehehe.
  11. Jangan lupa liat keadaan sekitar tempat kost. Bersih? Kumuh? Jorok? Serem?. Jangan sampe pas kita udah ngekost ternyata kita barui nyadar kalo daerah sekitar kost-an kita itu ternyata banyak premannya... wah... kawasan BRONX deh...

Saturday, February 03, 2007

ZUMA akhirnya selesai juga...

Disela-sela hujan deras yang sering melanda beberapa hari ini, dan juga banjir yang tak kunjung surut... rumah gue aman-aman aja dari yang namanya Banjir. Daerah gue lumayan tinggi untuk didiami oleh genangan banjir. Tapi kalo lagi turun hujan , jalanan depan rumah terlihat seperti aliran sungai yang deras... sereeem dehh...

Walaupun nggak kena banjir, tapi gue nggak bisa kemana-mana karena dimana-mana banjir. Ya udah deh gue berdiam diri di rumah sambil maen game. Akhirnya gue berhasil menamatkan game cemen... ZUMA deluxe... hehehhehe.

Stage12 yang teramat susah akhirnya bisa gue lewati dan gue berhasil menamatkan ke-7 level di stage 12... HORE!!!!!! (norak deh gue... hehehehe)



Akhirnya gue sampai juga di stage terakhir, stage 13 yang cuma terdiri dari satu level doang!!! Dan gue menamatkannya!!!!. Banjir mebawa berkah... hahahhahaha....