Pas gempa di sabtu pagi, gue langsung smsin ajie, eh ternyata ps masih di jogja (menurut jadwal, sabtu siang mestinya udah ada di bdg)... hmm... bandara adisucipto pake ancur pula.Persaingan yang sebegitu ketat dari orang² yang ingin eksodus dari jogja membuat ps tak bisa kembali ke bandung pada waktu yang telah ditentukan. Wah... untung aja 'tribute to PS' tidak berganti menjadi 'In Memoriam with PS'
Sebenernya acara kemaren seru juga walaupun gue datengnya telat, masuk pas balcony. cover version-nya PS okeh² sekali... dan PW adalah gelaran yang sangat laris, walaupun tadinya gue kirain bakal denger "kosong" dengan berbagai aransemen, ternyata lagu tersebut hanya dibawain oleh full of hate. gue suka bener tuh coklat a.l.a whiteshoes dan desire versi galaunya the milo.... yang lainnya juga okeh²
Sunday, May 28, 2006
Sunday, May 07, 2006
Homogenic : Taste of Harmony
Launching album kedua homogenic mengusung tema live concert. Gate open 5pm seperti yang tertera pada jadwal ternyata mulai dibuka 6.30. Venue bertempat di AACC, terakhir ke tempat ini pas launching ELORA, lebih dari setahun yang lalu. Kalau disamakan crowd-nya dengan launching ELORA, tentunya berbeda jauh. Stand merchandise dan barang dagangan FFWD records seakan jadi hiburan sambil menunggu dibukanya gerbang.

Semangkok soto lamongan plus nasi dan iringan rintikan hujan di sore hari, dibumbui cerita-cerita ringan…ah sedappp…
Waiting for two of my fuckin shit brother… dan gate mulai dibuka. No Bottling. No Smoking. Dengan diiringi pesan dilarang merokok dan menyampah di dalam venue, pengunjung diberi ‘sangu’ sebungkus mezzo, aneh juga.
Venue terisi penuh… walau sebagian adalah muka2 lama, temen2 dari jaman aduhai ampe jaman indehoy ada semua… Hampir jam 8 souldelay membuka malam dengan penuh malu-malu. Sang DJ tanpa ba-bi-bu terus menerus membawakan lagu2 nya yg terdengar sangat FL sekali…
8.30… mulailah 5 orang bujang bandung menaiki panggung. Ahh sungguh posisi yang mantap, satu meter di sebelah kiri mikrofonnya elang… Dari cabikan gitar yang terdengar… ah… orange is yellow dijamukan dengan kibor… sleep for a while and speak no word / hide for a while and show no face / can’t understand the conversation that u made / can’t understand the introduction we first met… yah… one of my fave song this year… when orange turns yellow I’ll be glad…
Penampilan polyester embassy merupakan salah satu penampilan yang paling saya nantikan selalu senantiasa di tahun 2006 ini. 6 lagu dari PE, plus satu lagu baru yang judulnya masih tentative, dibawakan dengan kolintang… ekky membawakan gitar dan kolintang secara bergantian. Seperti elang membawakan gitar dan kibornya… dengan tetesan keringatnya yang tersorot lampu…
Polypanic room sebagai lagu penutup (hiks…lagi dong… Kalo perlu medley 3 album orang laen juga gpp deh…). Lagi2 polypanic room dibawakan dengan nada turun setengah dari biasanya. Ah… seperti di acaranya apres… ngasal gitu gaya nyanyinya elang… dingin… tanpa ekspresi…
Homogenic taking the stage… As usual… white army… dina dan risa dengan gaun ala bridal berwarna putih plus konde jaring kanan-kiri kayak alien. Sebelah gue nyeletuk… “ih dina gayanya kayak bjork”. Ya memang influence-nya dina terinspirasi dari wanita islandia itu, baik musik maupun style…
Song by song… Sampai pada akhirnya cetra dateng… ikut bernyanyi… shit gue nggak bisa inget sama sekali lagu yg dibawain homogenic & cetra… Gara2nya ada interupsi telepon berdering…uhuyyy. Saat taste of harmony akan berakhir, nia datang dari samping panggung… dengan biolanya yang sudah cukup familiar… dina dan kusuf meninggalkan panggung… tingallah risa dan nia dan seorang gitaris dari burger kill… faithful dream… akhhh sungguh cocok untuk mengiringi tidur malam ini… trust pun mengalun…akh… setlist-nya gue nggak inget… more than 10 songs pastinya… dan tentunya semua lagu baru di album barunya Homogenic. Congrats!!!!

Semangkok soto lamongan plus nasi dan iringan rintikan hujan di sore hari, dibumbui cerita-cerita ringan…ah sedappp…
Waiting for two of my fuckin shit brother… dan gate mulai dibuka. No Bottling. No Smoking. Dengan diiringi pesan dilarang merokok dan menyampah di dalam venue, pengunjung diberi ‘sangu’ sebungkus mezzo, aneh juga.
Venue terisi penuh… walau sebagian adalah muka2 lama, temen2 dari jaman aduhai ampe jaman indehoy ada semua… Hampir jam 8 souldelay membuka malam dengan penuh malu-malu. Sang DJ tanpa ba-bi-bu terus menerus membawakan lagu2 nya yg terdengar sangat FL sekali…
8.30… mulailah 5 orang bujang bandung menaiki panggung. Ahh sungguh posisi yang mantap, satu meter di sebelah kiri mikrofonnya elang… Dari cabikan gitar yang terdengar… ah… orange is yellow dijamukan dengan kibor… sleep for a while and speak no word / hide for a while and show no face / can’t understand the conversation that u made / can’t understand the introduction we first met… yah… one of my fave song this year… when orange turns yellow I’ll be glad…
Penampilan polyester embassy merupakan salah satu penampilan yang paling saya nantikan selalu senantiasa di tahun 2006 ini. 6 lagu dari PE, plus satu lagu baru yang judulnya masih tentative, dibawakan dengan kolintang… ekky membawakan gitar dan kolintang secara bergantian. Seperti elang membawakan gitar dan kibornya… dengan tetesan keringatnya yang tersorot lampu…
Polypanic room sebagai lagu penutup (hiks…lagi dong… Kalo perlu medley 3 album orang laen juga gpp deh…). Lagi2 polypanic room dibawakan dengan nada turun setengah dari biasanya. Ah… seperti di acaranya apres… ngasal gitu gaya nyanyinya elang… dingin… tanpa ekspresi…
Homogenic taking the stage… As usual… white army… dina dan risa dengan gaun ala bridal berwarna putih plus konde jaring kanan-kiri kayak alien. Sebelah gue nyeletuk… “ih dina gayanya kayak bjork”. Ya memang influence-nya dina terinspirasi dari wanita islandia itu, baik musik maupun style…
Song by song… Sampai pada akhirnya cetra dateng… ikut bernyanyi… shit gue nggak bisa inget sama sekali lagu yg dibawain homogenic & cetra… Gara2nya ada interupsi telepon berdering…uhuyyy. Saat taste of harmony akan berakhir, nia datang dari samping panggung… dengan biolanya yang sudah cukup familiar… dina dan kusuf meninggalkan panggung… tingallah risa dan nia dan seorang gitaris dari burger kill… faithful dream… akhhh sungguh cocok untuk mengiringi tidur malam ini… trust pun mengalun…akh… setlist-nya gue nggak inget… more than 10 songs pastinya… dan tentunya semua lagu baru di album barunya Homogenic. Congrats!!!!
Sunday, April 30, 2006
Les Voila#6
Les voila#6… dari settingan 1 sampe 5, gue sempet dateng 3x. Ini salah satu ajang permusikan dunia bandung yg paling ditunggu. Banyak band2 ciamik yang manggung di sini, dari mulai cherry bombshell, zatp, cmonlennon, the adams, pure saturday, the milo, jelly belly, rnrm, the lass, the sigit, the brandals, the jokes, hingga lain lainnya sampai artis negeri tetangga… lucy in the loo, serenaide… wah hebring lah pokoknya…
Baru kali ini di tahun 2006 les voila digelar. Masih di venue yang sama, auditorium sempit dan panas, CCF. Tapi kali ini bayar lho, nggak gratis kayak biasanya. Emang murah sih, cuman goceng, tapi tiket sold out beberapa jam setelah gerbang dibuka.
Banyak yang udah dateng jauh2 tapi gak dapet tiket, termasuk gue. Bermodal kenalan dan tampang ‘tjap gratisan’, gue sih bisa masuk venue dengan mudahnya. Hehehehe…
Perfect angel, sore, astrolabs, tika, goodnight electric…. Atmosfirnya asik, khas acara2 di bandung. Banyak banget temen2 lama… tapi sayang sound nya jelek, bapuk, pake acara ngadat segala…. Tapi gue suka ah suka sekali…
Baru kali ini di tahun 2006 les voila digelar. Masih di venue yang sama, auditorium sempit dan panas, CCF. Tapi kali ini bayar lho, nggak gratis kayak biasanya. Emang murah sih, cuman goceng, tapi tiket sold out beberapa jam setelah gerbang dibuka.
Banyak yang udah dateng jauh2 tapi gak dapet tiket, termasuk gue. Bermodal kenalan dan tampang ‘tjap gratisan’, gue sih bisa masuk venue dengan mudahnya. Hehehehe…
Perfect angel, sore, astrolabs, tika, goodnight electric…. Atmosfirnya asik, khas acara2 di bandung. Banyak banget temen2 lama… tapi sayang sound nya jelek, bapuk, pake acara ngadat segala…. Tapi gue suka ah suka sekali…
Thursday, February 16, 2006
Alphawave
From DRS... ooh it's so... hmm....
Hakikat hidup : lahir, melahirkan dan mati...sementara itu, kesederhanaan fase tersebut di perumit dengan tujuan tujuan yang berseteru dengan membutuhkan keseimbangan terus menerus. Fatalnya keseimbangan selalu tak seimbang, menciptakan persinggahan sementara, yaitu perenungan.
DINA DELIANA HOMOGENIC & ELANG POLYSTER EMBASY @TRL BAR
Simetris, percakapan 2 arah menghasilkan 1 arah,
Jutaan manusia yang saling terikat di jaringan dunia digital, merasakan cinta yang maya.
lalu seolah dibalik tust komputer, dina dan elang memperlakukan tuts tuts piano bertumpahan nada dan kata kata...saling berinteraksi
Dengan merah mawar di dada, dina deliana romantik terselubung, mendengar ungkapan elang polyster embasy yang menggulung murung, merelung rubung, suara berkabung
Posisi tubuh elang memang tidak menyatakan arah tujuan bernyanyi, dengan menunduk memanjatkan jalan pikiran, meluapkan hampa. berdua saling menunjukan persetumbuhan alami, bahwa tak berpikirpun ada yang menggerakan jantung, ada yang mengalirkan darah, ada yang membungakan hasrat...
santun dan fasih lirih dina deliana, tutur luluh melepuh, frekwensi elang di ketinggian menukik tajam...adalah perbuatan yang melemparkan batu kedalam kolam, dan gelombangnya sampai ketepian, adalah kesengajaan menanam benih bunga, dan gerakannya lambat melewati hari bulan, dan tahun.
Setiap tetes nada memberi kesegaran, kehalusan dina memberi waktu yang tepat untuk mendorong elang kearah sarang
cinta menyatukan tujuan tujuan yang tidak seimbang dengan saling melengkapi...cinta meruntuhkan dinding yang tidak memperbolehkan pengetahuan berkembang, karenanya ketulusan itu seperti angin yang membentuk lukisan di pasir, atau tetes yang menangis di batu....terus menerus membuat lubang...
Bunga selalu bersuka cita, untuk ucapan selamat, bunga selalu berkabung untuk belangsung kawa, tetapi selalu ada masa indah untuk masa gelora
bunga selalu romantis untuk cinta "HAPPY VALENTINES DAYS"
sisi lain:
latihan mereka hanya saling mendengarkan demo satu sama lain, dan latihan sebenarnya hanya pas checksound sebelum pertunjukan di mulai....namun hasilnya merupakan pertunjukan yang amat matang, dan penuh kesungguhan......
DINA DELIANA HOMOGENIC, DAN ELANG POLYSTER EMBASY, SALAH SATU DUET YANG PALING ROMANTIS FEBUARI 2006 @TRL BAR
Hakikat hidup : lahir, melahirkan dan mati...sementara itu, kesederhanaan fase tersebut di perumit dengan tujuan tujuan yang berseteru dengan membutuhkan keseimbangan terus menerus. Fatalnya keseimbangan selalu tak seimbang, menciptakan persinggahan sementara, yaitu perenungan.
DINA DELIANA HOMOGENIC & ELANG POLYSTER EMBASY @TRL BAR
Simetris, percakapan 2 arah menghasilkan 1 arah,
Jutaan manusia yang saling terikat di jaringan dunia digital, merasakan cinta yang maya.
lalu seolah dibalik tust komputer, dina dan elang memperlakukan tuts tuts piano bertumpahan nada dan kata kata...saling berinteraksi
Dengan merah mawar di dada, dina deliana romantik terselubung, mendengar ungkapan elang polyster embasy yang menggulung murung, merelung rubung, suara berkabung
Posisi tubuh elang memang tidak menyatakan arah tujuan bernyanyi, dengan menunduk memanjatkan jalan pikiran, meluapkan hampa. berdua saling menunjukan persetumbuhan alami, bahwa tak berpikirpun ada yang menggerakan jantung, ada yang mengalirkan darah, ada yang membungakan hasrat...
santun dan fasih lirih dina deliana, tutur luluh melepuh, frekwensi elang di ketinggian menukik tajam...adalah perbuatan yang melemparkan batu kedalam kolam, dan gelombangnya sampai ketepian, adalah kesengajaan menanam benih bunga, dan gerakannya lambat melewati hari bulan, dan tahun.
Setiap tetes nada memberi kesegaran, kehalusan dina memberi waktu yang tepat untuk mendorong elang kearah sarang
cinta menyatukan tujuan tujuan yang tidak seimbang dengan saling melengkapi...cinta meruntuhkan dinding yang tidak memperbolehkan pengetahuan berkembang, karenanya ketulusan itu seperti angin yang membentuk lukisan di pasir, atau tetes yang menangis di batu....terus menerus membuat lubang...
Bunga selalu bersuka cita, untuk ucapan selamat, bunga selalu berkabung untuk belangsung kawa, tetapi selalu ada masa indah untuk masa gelora
bunga selalu romantis untuk cinta "HAPPY VALENTINES DAYS"
sisi lain:
latihan mereka hanya saling mendengarkan demo satu sama lain, dan latihan sebenarnya hanya pas checksound sebelum pertunjukan di mulai....namun hasilnya merupakan pertunjukan yang amat matang, dan penuh kesungguhan......
DINA DELIANA HOMOGENIC, DAN ELANG POLYSTER EMBASY, SALAH SATU DUET YANG PALING ROMANTIS FEBUARI 2006 @TRL BAR
Saturday, February 04, 2006
About Soundshine
The spinning top make a sound like a train across the valey / Fading, oh so quite but constant till it passed / Over the ridge into the distances / Written on your ticket to remind you where to stop and when to get off
Hmm… that’s some lyrics of KoC’s song (Kings of Convenience) called ‘build up’ (featuring Feist). Well, it’s so amazing to hear that KoC will perform in Indonesia (Jakarta & Bandung). I can’t hardly wait for that. The limited tickets will be sold in Aksara & FFWD next month.
Ticket : Rp.250.000,-
Hmm… that’s some lyrics of KoC’s song (Kings of Convenience) called ‘build up’ (featuring Feist). Well, it’s so amazing to hear that KoC will perform in Indonesia (Jakarta & Bandung). I can’t hardly wait for that. The limited tickets will be sold in Aksara & FFWD next month.
Ticket : Rp.250.000,-
Friday, December 09, 2005
Provoke!
Monday, September 12, 2005
Summersound
Hari yang sungguh melelahkan... tapi cukup berkesan dan menyenangkan. Perjalanan jakarta-bandung memakan waktu hampir 5 jam!! Sick!!!.
Jam 8 lewat... sebenernya diri ini sudah lelah dan ingin menyiapkan diri untuk besok pagi. Tetapi masih sempat2nya melewati jalan braga, melangkah ke sebuah bar yang tak jauh dari lampu merah, yeah... TRL. Malam itu gw dikabari bahwa ps akan maen disana, acara kecil. Hmm... HTM 15rb, dan masih sepi... padahal di flyers katanya acara mulai jam 8 malam. Hwaaahhh... jadi malas deh. Akan tetapi akhirnya luluh juga dengan ajakan ajie ke nilem#7. Disana sudah kumplit semua plus suar. Sekitar jam 10 berangkat ke venue. TRL adalah tempat yang sangat kecil, hingar bingar musik ala rock n roll mulai menusuk telinga ini, the sigit on the stage. Kutebarkan pandangan ke seluruh bar, tak ada satupun yang dikenal. Hmmm.... quite strange. Apa pada ngga tau acaranya yah?.
Tutur gelap melantun sebagai lagu pembuka... beberapa lagu dari album ketiga pun secara bergantian mengalun di dalam bar yang kecil itu. Enough of elora!. Saatnya menggelar dagangan lama... lagu2 dari album satu dan dua. Dan sebuah kejutan yang spektakuler... ps tampil dengan suar. Wah... tadi kok pada ngga masih bocoran ya?. Suar tampak lupa beberapa lirik, but it’s quite ok, penonton sangat antusias. Atmosfer lama ps sedikit menyeruak, hohohoho kangen banget dengan suasana seperti ini!. Iyo dan suar menyanyi bersama, wah sungguh kolaborasi yang sangat langka.
Suar dan pandangan setengah sadarnya... menyanyikan jamie, just like heaven. Plus ekky RNRM dengan vapour trail!. Hebat!. Malam yang mengesankan!.

Seperti sedang kumpul2 dengan teman, trus ada yang nyanyi2 gitu. Wow... tak rugi walaupun keesokan paginya gue di dera kantuk yang luar biasa.... hehehehe.
Jam 8 lewat... sebenernya diri ini sudah lelah dan ingin menyiapkan diri untuk besok pagi. Tetapi masih sempat2nya melewati jalan braga, melangkah ke sebuah bar yang tak jauh dari lampu merah, yeah... TRL. Malam itu gw dikabari bahwa ps akan maen disana, acara kecil. Hmm... HTM 15rb, dan masih sepi... padahal di flyers katanya acara mulai jam 8 malam. Hwaaahhh... jadi malas deh. Akan tetapi akhirnya luluh juga dengan ajakan ajie ke nilem#7. Disana sudah kumplit semua plus suar. Sekitar jam 10 berangkat ke venue. TRL adalah tempat yang sangat kecil, hingar bingar musik ala rock n roll mulai menusuk telinga ini, the sigit on the stage. Kutebarkan pandangan ke seluruh bar, tak ada satupun yang dikenal. Hmmm.... quite strange. Apa pada ngga tau acaranya yah?.
Tutur gelap melantun sebagai lagu pembuka... beberapa lagu dari album ketiga pun secara bergantian mengalun di dalam bar yang kecil itu. Enough of elora!. Saatnya menggelar dagangan lama... lagu2 dari album satu dan dua. Dan sebuah kejutan yang spektakuler... ps tampil dengan suar. Wah... tadi kok pada ngga masih bocoran ya?. Suar tampak lupa beberapa lirik, but it’s quite ok, penonton sangat antusias. Atmosfer lama ps sedikit menyeruak, hohohoho kangen banget dengan suasana seperti ini!. Iyo dan suar menyanyi bersama, wah sungguh kolaborasi yang sangat langka.
Suar dan pandangan setengah sadarnya... menyanyikan jamie, just like heaven. Plus ekky RNRM dengan vapour trail!. Hebat!. Malam yang mengesankan!.

Seperti sedang kumpul2 dengan teman, trus ada yang nyanyi2 gitu. Wow... tak rugi walaupun keesokan paginya gue di dera kantuk yang luar biasa.... hehehehe.
Monday, March 28, 2005
ELORA
ELORA adalah cahaya. Untuk kali pertama saya mendengarkan ELORA dibawakan secara live... tadi malam tepatnya. Sebelumnya saya pernah mendapatkan tawaran untuk mencicipi hidangan elora tersebut semenjak “take” rekaman yang pertama kalinya. Tapi entah mengapa saya kerap kali berhalangan sehingga selalu melewatkan kesempatan tersebut.
Mirna... sahabat saya yang saya kenal sekira 3 tahun yang lalu. Sama-sama menikmati pure saturday dalam tatanan emosional yang hampir serupa dengan saya. Kita telah lama berjanji untuk bertemu malam tadi. Saya dan mirna, menyaksikan segala “elora” yang ditawarkan malam itu.
Jam 4 sore, hujan mendera kota ini. Soundcheck berlangsung sedikit terlambat, menghabiskan waktu2 yang tersisa. Jam 6 sore, saya, mirna dan suar kembali menuju nilem#7. Album kenangan puresaturday teronggok di atas meja di balik dinding. Ketika membuka album2 itu... seperti di bawa serta pada perjalanan puresaturday di dunia musik bandung.
Saya masih menduga... kehadiran suar malam itu akan berakhir pada ps. Maksudnya... akan ada sesi nge-jam ps bersama suar... sungguh hati ini berharap... berharap...
Venue sangat penuh sekali... beberapa teman menyarankan kami untuk duduk di atas balkon saja. Heyyy... bayangkan saudara-saudari sekalian... saya nonton PS sambil duduk. Di samping saya ada celia (anaknya ade) yang tertidur lelap, juga ada mba ina dan mba linda (istrinya adhi dan udhi).
Setting list lagu2 yang dibawakan persis sekali dengan urutan lagu2 di album elora. Iyo tampil memukau (ini adalah kali pertama saya melihat penampilan live iyo sebagai frontman puresaturday). Iyo dengan sigap menguasai panggung dan mengatasi segala permasalahan yang ada di panggung dengan cerdas.
Terus terang saya butuh waktu agak lama untuk mencerna album elora. Saya mendengarkannya berkali-kali sebelum dapat menikmati album tersebut secara utuh. Banyak orang yang “under estimate” dengan album ini. Tapi menurut saya ini adalah album yang hebat. Yang nantinya akan duduk manis dalam rak kaset saya bersama koleksi2 hebat lainnya.
Akhir dari malam yang memukau ini adalah... labirin... Tanpa suar... seperti yang saya harapkan sebelumnya. Ah sudahlah... ini adalah fase ps yang baru... mari kita nikmati. Biarlah suar tetap berada dalam benak kita semua.
Mirna... sahabat saya yang saya kenal sekira 3 tahun yang lalu. Sama-sama menikmati pure saturday dalam tatanan emosional yang hampir serupa dengan saya. Kita telah lama berjanji untuk bertemu malam tadi. Saya dan mirna, menyaksikan segala “elora” yang ditawarkan malam itu.
Jam 4 sore, hujan mendera kota ini. Soundcheck berlangsung sedikit terlambat, menghabiskan waktu2 yang tersisa. Jam 6 sore, saya, mirna dan suar kembali menuju nilem#7. Album kenangan puresaturday teronggok di atas meja di balik dinding. Ketika membuka album2 itu... seperti di bawa serta pada perjalanan puresaturday di dunia musik bandung.
Saya masih menduga... kehadiran suar malam itu akan berakhir pada ps. Maksudnya... akan ada sesi nge-jam ps bersama suar... sungguh hati ini berharap... berharap...
Venue sangat penuh sekali... beberapa teman menyarankan kami untuk duduk di atas balkon saja. Heyyy... bayangkan saudara-saudari sekalian... saya nonton PS sambil duduk. Di samping saya ada celia (anaknya ade) yang tertidur lelap, juga ada mba ina dan mba linda (istrinya adhi dan udhi).
Setting list lagu2 yang dibawakan persis sekali dengan urutan lagu2 di album elora. Iyo tampil memukau (ini adalah kali pertama saya melihat penampilan live iyo sebagai frontman puresaturday). Iyo dengan sigap menguasai panggung dan mengatasi segala permasalahan yang ada di panggung dengan cerdas.
Terus terang saya butuh waktu agak lama untuk mencerna album elora. Saya mendengarkannya berkali-kali sebelum dapat menikmati album tersebut secara utuh. Banyak orang yang “under estimate” dengan album ini. Tapi menurut saya ini adalah album yang hebat. Yang nantinya akan duduk manis dalam rak kaset saya bersama koleksi2 hebat lainnya.
Akhir dari malam yang memukau ini adalah... labirin... Tanpa suar... seperti yang saya harapkan sebelumnya. Ah sudahlah... ini adalah fase ps yang baru... mari kita nikmati. Biarlah suar tetap berada dalam benak kita semua.
Subscribe to:
Posts (Atom)
